Berita Terkini Kursus Pajak Terbaik

Dua Strategi Utama Agar Pengisian SPT Tahunan 2025 Berjalan Lancar

Table of Contents

Kursus Pajak Online – Pelaporan SPT Tahunan merupakan kewajiban yang harus dipenuhi setiap Wajib Pajak baik individu maupun badan. Memasuki tahun pajak 2025, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terus mendorong kemudahan pelaporan melalui digitalisasi dan peningkatan sistem layanan. Namun, banyak Wajib Pajak masih menemui kendala saat melaporkan SPT, mulai dari kesalahan data hingga kesulitan mengakses sistem.

Agar hal tersebut tidak terjadi, terdapat dua kunci penting yang perlu diperhatikan sejak awal. Dengan mempersiapkan keduanya, proses pelaporan SPT 2025 akan jauh lebih cepat, lancar, dan bebas stres.


Persiapkan Data dan Dokumen Pajak Sejak Dini

Kunci pertama untuk memastikan pelaporan SPT berjalan lancar adalah kesiapan data. Banyak kendala pelaporan SPT bersumber dari dokumen yang tidak lengkap, data penghasilan yang tidak sinkron, atau lupa menyimpan bukti pemotongan pajak.

a. Kumpulkan seluruh bukti potong dan dokumen pendukung

Beberapa dokumen yang wajib disiapkan untuk pelaporan SPT 2025 antara lain:

  • Formulir 1721-A1 atau A2 untuk pegawai tetap.

  • Bukti potong PPh Pasal 23 atau 26 jika menerima penghasilan yang dipotong pihak lain.

  • Rekap penghasilan tambahan seperti freelance, royalti, atau komisi.

  • Rekap pengeluaran yang bisa menjadi pengurang (misalnya iuran BPJS Kesehatan bagi pegawai).

  • Dokumen harta dan utang per 31 Desember 2024.

Dokumen di atas menjadi dasar dalam menghitung kewajiban pajak secara benar. Tanpa persiapan sejak awal, Anda bisa kesulitan saat mendekati batas pelaporan.

b. Pastikan data identitas dan kontak sudah diperbarui

Banyak Wajib Pajak tidak menyadari bahwa data pribadi seperti alamat, nomor telepon, atau email harus selalu diperbarui di sistem DJP. Data yang tidak valid dapat menghambat proses pemulihan akun, aktivasi EFIN, atau penerimaan notifikasi penting.

c. Cek kembali status kewajiban pajak

Pastikan Anda mengetahui jenis SPT yang harus dilaporkan:

  • 1770 SS untuk pegawai dengan penghasilan ≤ Rp60 juta per tahun

  • 1770 S untuk pegawai dengan penghasilan > Rp60 juta per tahun

  • 1770 untuk Wajib Pajak dengan usaha, pekerjaan bebas, atau penghasilan lain

Kesalahan memilih formulir adalah salah satu penyebab kendala pelaporan SPT setiap tahun.

d. Simpan file dalam format digital

Mulai tahun pajak 2025, semakin banyak layanan SPT yang beralih ke digital. Oleh karena itu, siapkan seluruh dokumen dalam format PDF atau JPEG sehingga lebih mudah diunggah ke sistem.

Baca Juga : Memahami Tingkatan dan Manfaat Brevet Pajak bagi Karier Profesional dan Dunia Usaha


Kuasai Penggunaan Sistem Pelaporan Digital (e-Filing dan e-Form)

Kunci kedua agar pelaporan SPT 2025 berjalan lancar adalah memahami cara menggunakan platform digital yang disediakan DJP.

a. Gunakan DJP Online sebagai platform utama

Kini, hampir seluruh proses pelaporan SPT dilakukan melalui DJP Online, mulai dari pelaporan, pengecekan data, hingga pembayaran pajak (bila ada kekurangan bayar).

Sebelum masa pelaporan dimulai, pastikan akun DJP Online Anda:

  • Bisa login tanpa kendala

  • EFIN sudah aktif

  • Password telah diperbarui

  • Email terhubung dengan benar

Jika semua berfungsi, Anda dapat menghindari antrean verifikasi yang biasanya terjadi menjelang batas akhir pelaporan.

b. Pilih metode pelaporan sesuai kebutuhan

Ada dua metode pelaporan digital yang umum digunakan:

  1. e-Filing: Mengisi SPT langsung secara online melalui form interaktif.

  2. e-Form: Mengunduh formulir SPT dalam bentuk PDF interaktif, mengisi secara offline, lalu mengunggahnya kembali.

Untuk koneksi yang tidak stabil, metode e-Form sering menjadi pilihan yang lebih aman karena tidak bergantung pada koneksi selama proses pengisian.

c. Pelajari tata cara pengisian melalui panduan resmi

DJP menyediakan berbagai panduan berupa video, artikel, dan langkah-langkah visual di laman resmi maupun YouTube. Meluangkan waktu untuk mempelajari panduan tersebut dapat mencegah kesalahan input yang sering terjadi, seperti:

  • Kesalahan memasukkan angka penghasilan

  • Tidak memasukkan harta atau utang

  • Salah memilih status SPT (Nihil, Kurang Bayar, Lebih Bayar)

Dengan memahami alur sejak awal, waktu pelaporan bisa dipangkas hingga 50%.

d. Hindari pelaporan mendekati batas waktu

Pelaporan SPT pribadi biasanya berakhir pada 31 Maret, sedangkan SPT badan pada 30 April. Jika menunda hingga mendekati batas waktu, risiko sistem macet dan antrean meningkat. Melapor di awal tahun adalah pilihan terbaik.


Kesimpulan

Agar pelaporan SPT 2025 berjalan lancar, Wajib Pajak perlu memahami dan menyiapkan dua kunci utama, yaitu kesiapan dokumen dan penguasaan sistem digital DJP. Dengan menyiapkan bukti potong, memperbarui data identitas, dan memahami cara kerja e-Filing atau e-Form, proses pelaporan menjadi lebih cepat, nyaman, dan bebas hambatan.

Kedua langkah ini bukan hanya memastikan kepatuhan pajak, tetapi juga memberikan rasa aman karena semua proses dilakukan secara terstruktur dan tepat waktu. Semakin baik persiapan, semakin mudah urusan perpajakan Anda setiap tahunnya.

About Our Author
Post categories
Kursus Pajak Terbaik

Kuota terbatas! Daftar kursus pajak sekarang.

Kursus Pajak Brevet AB Online dan Offline

Kursus Pajak Brevet AB ZAF International dirancang dengan 70% praktik nyata dan 30% teori dengan Materi yang lengkap dan ter - update
Khusus Untuk 20 Orang Pendaftar Pertama