Berita Terkini Kursus Pajak Terbaik

Apa Itu PPh OP dalam Sistem Coretax? Panduan Lengkap Pajak Orang Pribadi

Table of Contents

Kursus Pajak Online – Apa itu PPh OP? PPh OP adalah Pajak Penghasilan Orang Pribadi, yaitu pajak yang dikenakan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh individu dalam satu tahun pajak. Penghasilan tersebut bisa berasal dari gaji, usaha, pekerjaan bebas, hingga investasi. Dalam sistem perpajakan terbaru, pengelolaan dan administrasi PPh OP semakin terdigitalisasi melalui pengembangan sistem Coretax oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Memahami apa itu PPh OP sangat penting karena hampir seluruh individu yang memiliki penghasilan di atas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) memiliki kewajiban perpajakan. Selain membayar pajak, wajib pajak juga harus menghitung, menyetor, dan melaporkan melalui SPT Tahunan. Artikel ini membahas secara lengkap definisi PPh OP, dasar hukum, tarif, cara kerja, hingga kaitannya dengan sistem Coretax dalam modernisasi administrasi pajak.


Apa Itu PPh OP dan Dasar Hukumnya?

PPh OP adalah singkatan dari Pajak Penghasilan Orang Pribadi. Pajak ini dikenakan kepada individu atas setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh, baik dari dalam maupun luar negeri, yang dapat digunakan untuk konsumsi atau menambah kekayaan.

Dasar hukum PPh OP adalah:

  • Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan

  • Perubahan terakhir melalui UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP)

  • Peraturan pelaksana dari Direktorat Jenderal Pajak

Secara konsep, sistem PPh OP menggunakan prinsip self-assessment, artinya wajib pajak menghitung dan melaporkan sendiri kewajibannya. Pemerintah melalui DJP melakukan pengawasan dan pengujian kepatuhan.

Dalam praktik profesional, PPh OP terbagi menjadi beberapa kategori penghasilan:

  • Penghasilan dari pekerjaan (gaji, upah)

  • Penghasilan dari usaha atau pekerjaan bebas

  • Penghasilan dari investasi (dividen, bunga)

  • Penghasilan lainnya sesuai ketentuan pajak

Dengan sistem Coretax yang sedang dikembangkan DJP, administrasi PPh OP akan semakin terintegrasi dan berbasis data, sehingga pengawasan menjadi lebih akurat dan transparan.


Tarif PPh OP dan Perhitungannya

Setelah memahami apa itu PPh OP, langkah berikutnya adalah memahami tarifnya. PPh OP menggunakan tarif progresif, artinya semakin tinggi penghasilan kena pajak (PKP), semakin tinggi persentase pajaknya.

Lapisan Tarif PPh OP (berdasarkan UU HPP)

Lapisan PKP Tarif
Sampai Rp60 juta 5%
Rp60–250 juta 15%
Rp250–500 juta 25%
Rp500 juta–5 miliar 30%
Di atas Rp5 miliar 35%

Sebelum dikenakan tarif, penghasilan bruto dikurangi biaya, iuran, dan PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak).

Contoh sederhana:
Jika seseorang memiliki PKP Rp100 juta, maka:

  • 60 juta × 5%

  • 40 juta × 15%

Total pajak dihitung berdasarkan pembagian lapisan tersebut.

Kesalahan umum dalam praktik adalah:

  • Salah menghitung PTKP

  • Tidak memasukkan penghasilan lain

  • Tidak mengkreditkan pajak yang sudah dipotong

Risikonya bisa berupa kurang bayar dan sanksi administrasi berupa bunga.


Apa Itu Coretax dan Kaitannya dengan PPh OP?

Coretax adalah sistem inti administrasi perpajakan terbaru yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Pajak untuk menggantikan sistem lama yang terpisah-pisah. Coretax bertujuan untuk mengintegrasikan data wajib pajak, pelaporan, pembayaran, dan pengawasan dalam satu platform digital.

Dalam konteks PPh OP, Coretax berfungsi untuk:

  • Mengintegrasikan data penghasilan dari berbagai sumber

  • Mempermudah pelaporan SPT Tahunan

  • Meningkatkan transparansi data perpajakan

  • Mengurangi kesalahan pelaporan manual

Dengan sistem ini, DJP dapat mencocokkan data penghasilan dari pemberi kerja, perbankan, dan pihak ketiga lainnya. Artinya, kepatuhan pajak akan semakin diawasi berbasis data.

Bagi wajib pajak orang pribadi, pemahaman apa itu PPh OP dalam sistem Coretax menjadi penting karena ke depan pengawasan akan semakin digital dan real-time.


Manfaat Memahami PPh OP bagi Wajib Pajak

Memahami apa itu PPh OP tidak hanya membantu menghindari sanksi, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang.

Manfaat Utama:

  • Menghindari risiko sanksi administrasi

  • Membantu perencanaan pajak (tax planning)

  • Meningkatkan literasi keuangan

  • Memudahkan pengajuan kredit atau pembiayaan

  • Menjaga reputasi profesional

Dalam pengalaman praktik perpajakan, banyak kasus terjadi karena kurangnya pemahaman wajib pajak terhadap kewajiban PPh OP. Misalnya, freelancer yang tidak menyadari bahwa penghasilannya tetap wajib dilaporkan.

Kapan perlu perhatian ekstra?

  • Saat memiliki lebih dari satu sumber penghasilan

  • Saat memulai usaha sendiri

  • Saat menerima penghasilan dari luar negeri

Jika diabaikan, risiko terbesarnya adalah pemeriksaan pajak dan denda.


Cara Menghitung dan Melaporkan PPh OP

Berikut panduan praktis dalam mengelola PPh OP:

1. Identifikasi Jenis Penghasilan

Tentukan apakah penghasilan berasal dari pekerjaan, usaha, atau investasi.

2. Hitung Penghasilan Neto

Kurangi penghasilan bruto dengan biaya yang diperbolehkan.

3. Kurangi PTKP

Sesuaikan dengan status (TK/0, K/1, dan seterusnya).

4. Hitung PKP dan Terapkan Tarif Progresif

Gunakan tabel tarif yang berlaku.

5. Kreditkan Pajak yang Sudah Dipotong

Misalnya PPh 21 dari pemberi kerja.

6. Laporkan melalui SPT Tahunan

Pelaporan dilakukan secara online melalui sistem DJP.

Dalam sistem Coretax ke depan, proses ini akan semakin terintegrasi sehingga data penghasilan akan lebih otomatis.


FAQ Seputar Apa Itu PPh OP

1. Apa itu PPh OP dan siapa yang wajib membayar?

PPh OP adalah pajak atas penghasilan individu. Wajib dibayar oleh orang pribadi yang penghasilannya melebihi PTKP.

2. Apakah semua penghasilan dikenakan PPh OP?

Sebagian besar iya, kecuali yang secara khusus dikecualikan oleh undang-undang.

3. Bagaimana jika tidak melaporkan PPh OP?

Risikonya adalah sanksi administrasi berupa denda dan bunga, bahkan pemeriksaan pajak.

4. Apakah freelancer wajib bayar PPh OP?

Ya, selama penghasilannya melebihi PTKP.

5. Apa peran Coretax dalam PPh OP?

Coretax mengintegrasikan sistem pelaporan dan pengawasan agar lebih transparan dan berbasis data.

Baca Juga : Jenis Barang Kena Pajak (BKP) dalam Sistem Coretax: Pengertian dan Klasifikasinya


Kesimpulan: PPh OP dan Era Digital Coretax

Apa itu PPh OP? PPh OP adalah kewajiban pajak atas penghasilan individu yang dihitung berdasarkan sistem self-assessment dengan tarif progresif. Dalam era modernisasi melalui Coretax, administrasi pajak orang pribadi menjadi semakin digital, transparan, dan terintegrasi.

Memahami PPh OP bukan hanya soal kepatuhan, tetapi juga bagian dari manajemen keuangan yang sehat. Dengan sistem Coretax yang semakin canggih, wajib pajak perlu lebih sadar dan tertib dalam melaporkan penghasilan.

Jika Anda ingin memahami perhitungan PPh OP secara praktis dan aplikatif, mengikuti pelatihan perpajakan atau kelas Brevet Pajak bisa menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi.

About Our Author
Post categories
Kursus Pajak Terbaik

Kuota terbatas! Daftar kursus pajak sekarang.

Kursus Pajak Brevet AB Online dan Offline

Kursus Pajak Brevet AB ZAF International dirancang dengan 70% praktik nyata dan 30% teori dengan Materi yang lengkap dan ter - update
Khusus Untuk 20 Orang Pendaftar Pertama