Berita Terkini Kursus Pajak Terbaik

Tunjangan Pajak Itu Apa? Pengertian, Jenis, dan Cara Kerjanya

Table of Contents

Kursus Pajak OnlineTunjangan pajak adalah tambahan penghasilan yang diberikan perusahaan kepada karyawan untuk membantu membayar kewajiban pajak penghasilan (PPh 21). Secara sederhana, tunjangan ini bertujuan agar beban pajak karyawan tidak sepenuhnya mengurangi take home pay yang diterima setiap bulan. Dalam praktiknya, tunjangan pajak sering digunakan sebagai strategi kompensasi agar gaji bersih tetap kompetitif tanpa melanggar ketentuan perpajakan.

Memahami tunjangan pajak penting bagi karyawan, HR, dan pemilik usaha karena berkaitan langsung dengan perhitungan PPh 21, struktur penggajian, dan kepatuhan pajak perusahaan. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu tunjangan pajak, perbedaannya dengan pajak ditanggung perusahaan (tax borne by employer), manfaatnya, serta cara menghitungnya secara praktis.


Apa Itu Tunjangan Pajak dan Bagaimana Mekanismenya?

Tunjangan pajak adalah komponen tambahan dalam struktur gaji yang diberikan perusahaan kepada karyawan untuk mengompensasi pajak penghasilan yang harus dibayarkan. Tunjangan ini termasuk dalam penghasilan bruto dan tetap menjadi objek PPh 21.

Secara mekanisme, berikut alurnya:

  1. Perusahaan menghitung total penghasilan bruto karyawan.

  2. Tunjangan pajak ditambahkan sebagai komponen penghasilan.

  3. PPh 21 dihitung berdasarkan total penghasilan tersebut.

  4. Pajak dipotong dari gaji, termasuk dari tunjangan pajak yang diberikan.

Artinya, tunjangan pajak bukan berarti pajak dihapus, melainkan pajak tetap dihitung dan dipotong sesuai regulasi. Perbedaannya terletak pada siapa yang menanggung beban ekonominya.

Dalam praktik profesional, ada tiga skema umum terkait pajak karyawan:

  • Pajak ditanggung karyawan (net method)

  • Pajak ditanggung perusahaan (gross up method / tax allowance)

  • Pajak ditanggung perusahaan penuh (tax borne by employer)

Tunjangan pajak umumnya menggunakan metode gross up, di mana perusahaan memberikan tambahan penghasilan sebesar pajak yang terutang sehingga karyawan menerima gaji bersih yang relatif stabil.


Perbedaan Tunjangan Pajak dan Pajak Ditanggung Perusahaan

Banyak orang menyamakan tunjangan pajak dengan pajak ditanggung perusahaan. Padahal keduanya memiliki perlakuan perpajakan yang berbeda.

1. Tunjangan Pajak (Gross Up Method)

  • Pajak tetap menjadi objek PPh 21.

  • Tunjangan pajak dihitung sebagai penghasilan tambahan.

  • Pajak atas tunjangan juga dihitung kembali.

  • Beban ekonomi pajak ditanggung perusahaan secara tidak langsung.

2. Pajak Ditanggung Perusahaan (Tax Borne by Employer)

  • Pajak dibayar perusahaan.

  • Tidak selalu menjadi objek pajak tambahan.

  • Tergantung regulasi dan kondisi tertentu.

Perbandingan Singkat

Aspek Tunjangan Pajak Pajak Ditanggung Perusahaan
Masuk penghasilan bruto Ya Bisa berbeda tergantung skema
Objek PPh 21 Ya Bisa tidak
Umum digunakan Ya Lebih jarang
Cocok untuk Karyawan tetap Ekspatriat / kasus khusus

Dalam pengalaman praktik payroll, metode gross up lebih sering digunakan karena lebih transparan dan sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku di Indonesia.


Manfaat Tunjangan Pajak bagi Karyawan dan Perusahaan

Tunjangan pajak bukan sekadar tambahan angka dalam slip gaji. Ia memiliki implikasi strategis dalam sistem kompensasi dan kepatuhan pajak.

Manfaat bagi Karyawan

  • Take home pay lebih stabil

  • Tidak merasa terbebani pajak secara langsung

  • Transparansi perhitungan pajak

  • Meningkatkan kepuasan kerja

Manfaat bagi Perusahaan

  • Strategi kompensasi yang kompetitif

  • Meningkatkan daya tarik rekrutmen

  • Memastikan kepatuhan terhadap aturan PPh 21

  • Mengurangi potensi sengketa pajak internal

Namun, perusahaan perlu berhati-hati. Jika perhitungan tunjangan pajak salah, risikonya adalah kurang bayar PPh 21, sanksi administrasi, dan koreksi saat pemeriksaan pajak.

Dari perspektif manajemen pajak, tunjangan pajak menjadi bagian penting dalam perencanaan biaya tenaga kerja (labor cost planning). Terutama bagi perusahaan dengan banyak karyawan level manajerial.


Cara Menghitung Tunjangan Pajak (Metode Gross Up)

Menghitung tunjangan pajak memerlukan pemahaman tarif progresif PPh 21 serta Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

Langkah Dasar Menghitung Tunjangan Pajak:

  1. Hitung penghasilan bruto karyawan (tanpa tunjangan pajak).

  2. Kurangi biaya jabatan dan iuran tertentu.

  3. Tentukan Penghasilan Kena Pajak (PKP).

  4. Hitung PPh 21 berdasarkan tarif progresif.

  5. Tentukan besarnya tunjangan pajak yang setara dengan pajak terutang.

  6. Lakukan perhitungan ulang karena tunjangan termasuk objek pajak.

Karena tunjangan pajak juga dikenai pajak, perhitungannya bersifat iteratif. Oleh sebab itu, biasanya menggunakan rumus khusus atau software payroll.

Contoh Sederhana:

Misalnya:

  • Gaji bruto: Rp10.000.000

  • Pajak terutang: Rp500.000

Perusahaan memberikan tunjangan pajak sebesar Rp500.000.
Namun karena tunjangan tersebut juga kena pajak, perlu dihitung ulang hingga nilai pajak dan tunjangan seimbang.

Dalam praktik profesional, kesalahan umum adalah tidak memperhitungkan pajak atas tunjangan tersebut. Ini menyebabkan selisih pajak di akhir tahun.


Kapan Perusahaan Perlu Menggunakan Tunjangan Pajak?

Tunjangan pajak umumnya digunakan dalam kondisi berikut:

  • Perusahaan ingin menawarkan gaji bersih (net salary)

  • Rekrutmen posisi strategis

  • Kompetisi pasar tenaga kerja tinggi

  • Karyawan level manajerial atau eksekutif

Namun, untuk karyawan dengan penghasilan rendah, metode ini mungkin tidak efisien secara biaya. Oleh karena itu, keputusan penggunaan tunjangan pajak perlu mempertimbangkan struktur organisasi dan kebijakan remunerasi.


FAQ Seputar Tunjangan Pajak

1. Tunjangan pajak itu apa dalam slip gaji?

Tunjangan pajak adalah tambahan penghasilan yang diberikan perusahaan untuk membantu membayar PPh 21.

2. Apakah tunjangan pajak kena pajak lagi?

Ya. Tunjangan pajak termasuk penghasilan dan tetap menjadi objek PPh 21.

3. Apakah semua perusahaan wajib memberi tunjangan pajak?

Tidak. Ini kebijakan internal perusahaan.

4. Apa risiko jika salah menghitung tunjangan pajak?

Risikonya adalah kurang bayar PPh 21 dan potensi sanksi administrasi.

5. Lebih baik tunjangan pajak atau pajak ditanggung perusahaan?

Tergantung strategi kompensasi dan kepatuhan pajak perusahaan.

Baca Juga : Materi Kursus Perpajakan Online Dasar: Apa Saja yang Dipelajari?


Kesimpulan: Tunjangan Pajak Adalah Strategi Kompensasi yang Perlu Dipahami

Tunjangan pajak adalah tambahan penghasilan yang diberikan perusahaan untuk membantu karyawan membayar PPh 21. Meskipun terlihat sederhana, mekanismenya cukup kompleks karena tunjangan tersebut juga menjadi objek pajak. Dalam praktik profesional, metode gross up menjadi pilihan paling umum karena sesuai regulasi dan transparan.

Bagi karyawan, memahami tunjangan pajak membantu membaca slip gaji dengan benar. Bagi perusahaan, pengelolaan tunjangan pajak yang tepat dapat meningkatkan daya saing sekaligus menjaga kepatuhan perpajakan.

Jika Anda ingin memahami perhitungan PPh 21 dan tunjangan pajak secara lebih mendalam dan praktis, mengikuti pelatihan perpajakan atau kelas Brevet Pajak bisa menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi Anda.

About Our Author
Post categories
Kursus Pajak Terbaik

Kuota terbatas! Daftar kursus pajak sekarang.

Kursus Pajak Brevet AB Online dan Offline

Kursus Pajak Brevet AB ZAF International dirancang dengan 70% praktik nyata dan 30% teori dengan Materi yang lengkap dan ter - update
Khusus Untuk 20 Orang Pendaftar Pertama