Kursus pajak terbaik – Dalam sistem perpajakan Indonesia, setiap warga negara memiliki kewajiban untuk membayar pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami sejak kapan seseorang dianggap wajib membayar pajak. Apakah kewajiban tersebut mulai berlaku sejak seseorang berusia 17 tahun? Ataukah ada syarat lain yang menentukan status seseorang sebagai wajib pajak?
Memahami usia wajib pajak sangat penting, terutama bagi para pelajar, pekerja pemula, hingga orang tua yang ingin memberikan edukasi yang benar kepada anak-anaknya. Artikel ini akan membahas secara jelas tentang usia wajib membayar pajak, ketentuan hukum, jenis penghasilan yang dikenakan pajak, serta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Usia Bukan Satu-Satunya Penentu Kewajiban Pajak
Salah satu kesalahpahaman yang sering terjadi di masyarakat adalah anggapan bahwa setiap warga negara otomatis wajib membayar pajak ketika sudah berusia 17 tahun. Padahal, usia bukan satu-satunya penentu seseorang menjadi wajib pajak.
Dalam Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), disebutkan bahwa seseorang dapat menjadi wajib pajak apabila telah memenuhi salah satu dari dua syarat berikut:
-
Sudah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
-
Telah menerima atau memperoleh penghasilan yang menjadi objek pajak
Artinya, sekalipun seseorang berusia di bawah 17 tahun, ia tetap dapat menjadi wajib pajak apabila memiliki penghasilan yang memenuhi ketentuan pajak. Sebaliknya, seseorang yang berusia 20 tahun atau bahkan lebih, tidak wajib membayar pajak apabila belum memiliki penghasilan yang dikenai pajak.
Usia 17 Tahun dan Status Dewasa dalam Administrasi Kependudukan
Walaupun usia bukan penentu utama, usia 17 tahun tetap memiliki peran penting dalam administrasi perpajakan, yaitu dalam konteks kepemilikan KTP dan dokumen resmi lainnya. Pada usia 17 tahun, seseorang dianggap telah memiliki identitas resmi sehingga dapat:
-
Mendaftar NPWP
-
Membuka rekening bank
-
Mengurus berbagai administrasi resmi lainnya
Dengan demikian, secara administratif, usia tersebut mempermudah seseorang untuk memulai proses kepatuhan pajak. Namun, kewajiban membayar pajak tetap kembali pada apakah ia sudah memiliki penghasilan kena pajak atau belum.
Baca Juga : Mengapa ya Pajak di Indonesia Itu Banyak Sekali?
Kapan Seseorang Dianggap Wajib Membayar Pajak?
Seseorang dianggap wajib membayar pajak apabila ia telah menerima penghasilan melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).
Per 2024, nilai PTKP adalah:
-
Rp54.000.000 per tahun (untuk wajib pajak lajang)
-
Nilai ini dapat bertambah apabila wajib pajak sudah menikah dan memiliki tanggungan sesuai ketentuan pemerintah.
Dengan demikian, seseorang wajib membayar pajak apabila:
-
Sudah bekerja, baik sebagai pegawai, freelancer, maupun pengusaha
-
Penghasilan tahunannya melebihi PTKP
-
Memiliki NPWP
Sebagai contoh:
-
Pelajar SMA berusia 17 tahun yang memiliki penghasilan dari usaha online Rp2 juta per bulan belum wajib membayar pajak (karena total penghasilan pertahun masih di bawah PTKP).
-
Seorang mahasiswa 20 tahun yang menjadi content creator dan berpenghasilan Rp10 juta per bulan wajib membayar pajak karena penghasilannya sudah melewati batas PTKP.
-
Pegawai baru berusia 22 tahun dengan gaji Rp5 juta per bulan wajib membayar pajak.
Jenis Penghasilan yang Dikenakan Pajak
Untuk menentukan kewajiban membayar pajak, penting juga memahami jenis-jenis penghasilan yang dikenai pajak. Beberapa jenis penghasilan tersebut meliputi:
-
Gaji atau upah dari pekerjaan
-
Penghasilan dari usaha atau pekerjaan bebas (freelance, jasa, UMKM)
-
Penghasilan dari investasi seperti dividen, bunga, atau capital gain
-
Penghasilan dari sewa properti
-
Royalti atau komisi
Walaupun seseorang masih muda, selama menerima penghasilan dari salah satu sumber tersebut dan totalnya telah melewati batas PTKP, maka ia wajib membayar pajak sesuai aturan.
Apakah Pelajar atau Mahasiswa Dikenai Pajak?
Pelajar atau mahasiswa tidak otomatis dikenai pajak, kecuali mereka sudah memiliki penghasilan yang memenuhi syarat. Saat ini banyak pelajar dan mahasiswa yang memiliki usaha kecil, menjadi influencer, streamer game, atau bekerja part-time.
Jika penghasilan tersebut:
-
Belum melebihi PTKP, maka tidak wajib membayar pajak.
-
Sudah melebihi PTKP, maka wajib membayar pajak meskipun masih berstatus pelajar atau mahasiswa.
Ini menunjukkan bahwa kewajiban pajak berdasarkan penghasilan, bukan status pendidikan.
Mengapa Memahami Kewajiban Pajak Penting?
Mengetahui sejak kapan seseorang wajib membayar pajak memiliki banyak manfaat, di antaranya:
-
Mencegah kesalahan atau keterlambatan pelaporan
-
Menghindari sanksi atau denda perpajakan
-
Membantu perencanaan keuangan pribadi
-
Membentuk budaya kepatuhan sejak dini
-
Mendorong pemahaman bahwa pajak berperan besar dalam pembangunan negara
Kesadaran pajak tidak hanya penting bagi pekerja professional, tetapi juga bagi generasi muda yang memulai karier lebih awal.
Kesimpulan
Usia bukan satu-satunya syarat seseorang wajib membayar pajak. Meskipun usia 17 tahun menandai kemudahan administrasi seperti kepemilikan KTP, kewajiban membayar pajak tetap ditentukan oleh apakah seseorang telah memiliki penghasilan yang melebihi PTKP.
Dengan kata lain, seseorang akan menjadi wajib pajak ketika ia sudah berpenghasilan, bukan semata karena ia sudah cukup umur. Pelajar, mahasiswa, pekerja pemula, hingga pengusaha muda wajib memahami ketentuan ini agar dapat memenuhi kewajiban perpajakan dengan benar dan terhindar dari sanksi.



